Rabu, 24 September 2014

Kegiatan          : Resensi buku
Tujuan             : Tugas bahasa Indoneia
Oleh                 : Wardah Hani Nurul Izza (X-5)
Guru                : Pak Kusen
Ø  Identitas Buku 
Judul buku         : Harry Potter and The Chamber of Secrets (Harry Potter
                            Dan Kamar Rahasia)                    
Penulis             : J.K. Rowling
Penerbit           : PT Gramedia Pustaka Utama (cetakan kedua)
Tebal               : 424 halaman
Ukuran                        : 16 x 20 cm
Tempat terbit   : Jakarta
Tahun Terbit    : 2008
J.K. Rowling, atau Jo, begitu ia menyebut dirinya. Siapa yang tidak mengenal penulis wanita yang satu ini. Novel Harry Potter yang terlahir di Kereta Manchaster-London ini telah membawanya menuju kesuksesan yang besar. Single parent ini ternyata telah memulai menulis cerita-cerita fantasinya sejak berumur 6 tahun. Kisah Harry Potter ini tentunya tidak serta merta menuai kesuksesan. Ia mengalami kepedihan yang bertubi-tubi sepeninggal ibunya dalam menulis kisah Harry Potter ini. Berkali-kali kisah Harry Potternya ditolak oleh penerbit. Namun, ternyata kesabaran dan kegigihan Jo menuai keberhasilan. Pada bulan Agustus 1996 novelnya pun diterbitkan. Novel Harry Potter terjual hingga 400 juta kopi.
Kisah Harry Potternya pun menjadi semakin booming setelah WarnerBross memutuskan untuk memfilmkan buku seri pertama Harry Potter. Sampai saat ini tujuh novel seri Harry Potter telah diflmkan.  
Secara keseluruhan, buku yang bertemakan perjuangan tiga sahabat ini dapat dibilang lebih menarik daripada buku sebelumnya. Ceritanya lebih kompleks dan pertambahan tokoh yang membuat pembaca semakin penasaran. Novel ini sangat cocok dibaca oleh seluruh kalangan dan segala umur. Namun, apabila dibaca oleh penggemar Harry Potter di masa sekarang, ceritanya menjadi tidak lebih seru daripada novel Harry Potter seri keempat, kelima, keenam dan ketujuhnya. Dan juga karena memang merupakan novel terjemahan, bahasa yang digunakan novel ini masih sangat kaku.


Ø  Sinopsis:
Pada liburan musim panas kali ini, Harry Potter masih harus menghabiskannya bersama keluarga Dursley yang sangat ia benci. Saat liburan musim panas ini, ia dikagetkan dengan munculnya seorang peri rumah bernama Dobby yang selalu menghalang-halanginya kembali ke Hogwarts pada tahun keduanya. Ia melakukan berbagai macam cara agar Harry Potter tidak kembali ke Hogwarts. Karena Dobby tahu bahwa akan ada kejadian besar yang mengancam nyawa Harry apabila ia kembali ke Hogwarts. Pertama, Dobby menumpahkan kue tart ke sepupu Dursley. Kedua, Dobby menutup platform 9 ¾ yang digunakan sebagai pintu masuk ke Hogwarts. Ketiga, dan yang paling berbahaya adalah ketika Dobby menyihir bola Bludger untuk mengejar Harry saat pertandingan Quidditch Gryffindor melawan Slytherin.
Namun, ternyata apa yang dikatakan oleh Dobby memang benar. Muncul kejadian-kejadian aneh di Hogwarts. Selain kedatangan guru baru yang bernama Gilderoy Lokchart yang sangat menjengkelkan dan hantu di toilet anak perempua Myrtle merana yang sangat genit, banyak siswa dan siswi yang dibekukan. Hermione pun termasuk. Pelakunya tidak diketahui. Awalnya Harry berpikiran bahwa Draco Malfoylah pelakunya. Namun ternyata bukan Draco pelakunya. Pelakunya adalah Tom Rieddle yang telah membuka kamar rahasia 50 tahun sebelumnya. Ia muncul kembali melalui buku hariannya yang dengan sengaja diselundupkan oleh seseorang yang tak bertanggungjawab. Tom juga telah berhasil membawa seorang  siswi kedalam kamar rahasia yang tak lain dan tak bukan adalah adik perempuan Ron yang bernama Ginny.
Namun Harry Potter yang juga Parselmouth (dapat berbahasa ular)  seperti   Tom, bersama dengan bantuan Ron, Flakes (burung Phoenix milik Dumbledore), dan pedang Godric Gryffindor akhirnya dapat mengalahkan Basilisk, yaitu ular raksasa yang dikendalikan Tom untuk membekukan siswa-siswi Hogwarts yang berdarah lumpur (bukan keturunan murni penyihir).  Akhirnya suasana pun menjadi pulih seperti semula dan siswa-siswi yang dibekukan dapat disembuhkan dengan bantuan ramuan Mandrake.
Ø  Kelebihan buku :
1.      Dapat dibaca oleh semua kalangan dan segala umur
2.      Bahasanya yang mudah dipahami
3.      Kisahnya yang menunjukkan bahwa kuatnya persahabatan, perjuangan, dan pantang menyerah ternyata dapat menyelesaikan semua masalah
Ø  Kekurangan buku :
1.      Susah mengimajinasikan tokoh-tokoh didalamnya apabila belum membaca serial pertamanya atau menonton filmnya
2.      Sampul buku kurang menarik

3.      Bahasa yang digunakan masih kaku

Tidak ada komentar:

Posting Komentar