Kegiatan : Menulis Resensi Film
Tujuan : Tugas Bahasa Indonesia
Oleh : Wardah Hani Nurul Izza
Guru : Eka Retnosari
MODUS ANOMALI ;
FILM
KARYA ANAK BANGSA YANG MENGUKIR PRESTASI
Identitas Buku :
Judul Film : Modus
Anomali
Pemain :
Rio Dewanto, Hannah Al-Rasyid, Marsha Timothy,
Surya Saputra, Izzati
Amara, Aridh Tritama, Sadha Triyudha
Sutradara Joko Anwar
Produser : Sheila Timothy
Narator : Joko Anwar
Rumah
Produksi: Lifelike Pictures
Tanggal
Rilis :
26 April 2012
Negara : Indonesia
Bahasa : Inggris
Durasi : 88 menit
Genre : Thriller
Biaya Produksi : 1,8 Miliar
Modus Anomali merupakan film keempat garapan sutradara ternama Joko
Anwar, setelah Janji Joni (2005), Kala (2007) dan Pintu
Terlarang (2009). Film Modus Anomali yang berarti kejiwaan yang aneh atau
terganggu menyuguhkan sebuah cerita thriller psikologi yang dibumbui
dengan penggambaran yang sangat nyata karena kameramen tidak menggunakan rel,
tetapi ikut berjalan dan berlari, serta suara yang digunakan terdengar nyata
karena suaranya benar-benar asli rekaman dari tempat kejadian.
Film ini disajikan apik, karena sangat membuat kesal para
penontonnya di awal namun membuat tekesan di akhir. Film ini telah mengukir
prestasi besar Penghargaan Bucheon Award dalam ajang Network of Asian Film
Festival (NAFF). NAFF sendiri merupakan bagian dari Puchon International
Fantastic Film Festival di Korea Selatan. Pencapaian
'Modus Anomali' tidak lepas dari tangan Joko Anwar. Prestasi ini bukanlah
yang pertama bagi seorang Joko Anwar. Sebelumnya sutradara berusia 35 tahun ini
juga pernah mendapat penghargaan tertinggi sebagai film terbaik dalam ajang
Puchon International Fantastic Film Festival lewat filmnya yang berjudul 'Pintu
Terlarang' pada 2009.
Film Modus Anomali diambil dengan latar full di sebuah hutan. film
ini diambil di Gunung Nimpuno yang berada di daerah Sentul, Bogor. Joko Anwar
sendiri merupakan seorang karakter yang misterius dan suli ditebak. Joko Anwar
lahir pada tanggal 3 Januari 1976 di sebuah kawasan perkampungan miskin di
Medan, Sumatera Utara di mana tumbuh besar dengan menonton film-film kung fu
dan horror. Sejak duduk di Sekolah Menengah Pertama, dia juga telah menulis dan
menyutradarai pertunjukan drama. Joko kemudian kuliah di Institut Teknologi
Bandung untuk belajar Aerospace Engineering karena orang tuanya tidak sanggup
menyekolahkannya ke sekolah film. Setelah lulus kuliah pada tahun 1999, dia
kemudian menjadi wartawan di The Jakarta Post sebelum kemudian menjadi seorang
kritikus film. Ia telah aktif dalam bidang perfilman Indonesia sejak tahun
2003.
Film ini bercerita tentang seorang lelaki bernama John, yang
kehilangan keluarganya saat berlibur di sebuah hutan. John bangun menemukan
tubuhnya terkubur dalam pasir di tengah hutan tanpa ingan sedikit pun apa-apa
tentang diinya sendiri. Termasuk namanya sekalipun. Tapi, setelah ia berjalan
dan mencari petunjuk siapakah dirinya, perlahan-lahan ia mengerti. Ia
mengetahui namanya adalah John, lalu ia sadar bahwa ia adalah seorang ayah dari
dua anaknya dan seorang suami dari seorang wanita cantik yang diperankan oleh
Hannah Al-Rasyid. Mengetahui istrinya
telah dibunuh, iapun berjalan menyusuru hutan dengan rasa takut karena ia
merasa dikejar oleh seorang pembunuh misterius. Saat melihat part ini,
penonton akan merasa bosan karena hanya diperlihatkan adegan John berjalan
panik mencari anaknya dengan kamera yang bergerak-gerak dalam waktu yang cukup
lama. Akhirnya karena merasa terancam oleh pembunuh misterius tersebut,
akhirnya John menyiapkan sebuah jebakan mematikan yang pasti akan membunuh
siapapun apabila mengenainya. Namun, ternyata jebakan tersebut malah mengenai
anak perempuan yang ia kenali adalah anaknya sendiri. Iapun semakin marah
dengan pembunuh misterius itu. Lalu ia kembali mengasah golok panjangnya, dan
kembali membunuh seorang anak laki-laki yang ia kenali sebagai anaknya yang
lain. Lalu, sebenarnya siapakah pembunuh misterius itu? Apakah ia penyebab
terbunuhnya wanita yang John kenali sebagai istri tercintanya, dan terbunuhnya
kedua anaknya? Dan pertanyaan terakhir adalah, siapakah John sebenarnya? Kita
akan menemukan jawaban dari pertanyaan-pertanyaan tersebut setelah kita
menonton film ini secara penuh.
Film ini baik untuk ditonton oleh penikmat film thriller
apalagi dibumbui dengan unsur psikopat di dalamnya. Film ini juga bisa menjadi
salah satu sampel bahwa film Indonesia sudah bisa lebih maju dan modern. Film
ini membuat penasaran penontonnya karena Joko Anwar sangat pelit dalam
penggunaan percakapan di dalamnya. Modus Anomali dibuat dalam bahasa inggris,
sehingga memudahkan untuk go international. Film ini juga baik ditonton karena tidak
ada adegan romance berlebihan dan memiliki ide cerita yang tidak biasa.
Film ini juga menjelaskan kepada penontonnya bahwa ada sebuah penyakit
berbahaya yang merupakan gangguan psikologis dalam diri manusia yang
menyebabkan penderitnya sangat mudah untuk membunuh dan menyiksa orang lain.
Namun, film ini juga masih memiliki banyak
kekurangan. Diantaranya adalah eksekusi cerita yang kurang maksimal, penggunaan
bahasa inggris yang terdengar kaku, temponya yang lambat sampai setengah film
yang membuat penonton menjadi bosan serta pergerakan kamera yang diperkirakan
akan membuat suasana tegang ternyata karena pergerakannya yang berlebihan
justru membuat penonton menjadi sedikit pusing. Adegan-adegan detail yang
sangat ceroboh, seperti adegan John muntah yang sangat terlihat nyata mengalir
dari keran, bayangan kamera yang tertangkap kamera itu sendiri, serta alasan mengapa
anak laki-lakinya harus membuka kaos motif garisnya sehingga dapat ditemukan
oleh John sangat tidak jelas.
Namun, film ini masih sangat pantas ditonton
karena ide ceritanya yang menarik, acting pemain yang dirasa cukup
maksimal yang membuat film ini masuk jajaran film-film menarik, kreatif,
inovatif, dan patut untuk mendapatkan penghargaan.